Polrestabes Bandung Gerebek Saritem, 21 Orang Terindikasi Positif Sabu

SOROT JABAR – Polrestabes Bandung menggerebek kawasan Saritem, Kota Bandung, yang terindikasi menjadi lokasi peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 21 orang yang hasil tes urinenya menunjukkan indikasi positif mengonsumsi metamfetamin atau sabu.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan, operasi itu melibatkan sekitar 300 personel yang dikerahkan untuk menyisir kawasan permukiman dan menindaklanjuti arahan Kapolri terkait pemberantasan kampung narkoba.

“Sore hari ini Polrestabes Bandung merilis hasil operasi dalam rangka menindaklanjuti arahan Kapolri untuk memberantas kampung narkoba. Kami menerjunkan kekuatan kurang lebih 300 personel melakukan penggeledahan,” kata Dedi di Bandung, Jumat.

Dalam penyisiran tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk belasan alat isap yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika. Polisi juga memeriksa warga yang berada di lokasi untuk mendalami dugaan aktivitas narkoba di kawasan tersebut.

Dedi menegaskan, penggerebekan itu bukan merupakan operasi satu kali. Kepolisian telah memetakan sejumlah kawasan permukiman di Kota Bandung yang dinilai rawan menjadi lokasi transaksi maupun penyalahgunaan narkotika.

Menurutnya, penindakan akan dilanjutkan ke wilayah lain yang masuk dalam target operasi berdasarkan pemetaan kerawanan peredaran narkotika di wilayah hukum Polrestabes Bandung.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung Kompol Oliestha Ageng Wicaksana menjelaskan, dari pemeriksaan tes urine di lokasi, 21 orang terindikasi positif metamfetamin. Mereka terdiri atas 18 laki-laki dan tiga perempuan.

Oliestha mengatakan, seluruh orang yang diamankan dibawa ke markas Polrestabes Bandung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan tersebut bertujuan mendalami keterlibatan masing-masing orang, termasuk memastikan apakah mereka merupakan pengguna atau memiliki hubungan dengan jaringan peredaran narkotika.

Polisi akan menelusuri kemungkinan keterkaitan dengan jaringan yang lebih luas berdasarkan hasil pemeriksaan. Namun, status dan peran masing-masing orang masih perlu dipastikan melalui proses pendalaman.

Adapun warga yang hasil tes urinenya negatif akan mendapatkan pendekatan preventif melalui penyuluhan. Kegiatan tersebut akan melibatkan Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polrestabes Bandung bersama jajaran kepolisian sektor.

(Red/ANTARA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *