Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bandung Gandeng PT Penta Arena Nusantara

Sementara itu, Direktur PT Penta Arena Nusantara, Zulfikar Hubullah, menegaskan pentingnya hubungan erat antara dunia pendidikan tinggi dan sektor industri di tengah dinamika ekonomi global yang berubah cepat.

Menurutnya, kampus dan industri tidak dapat berjalan sendiri-sendiri karena tantangan zaman menuntut adanya keselarasan antara kebutuhan pasar kerja dengan kompetensi lulusan.

“Industri dan kampus harus berjalan beriringan, tidak boleh masing-masing. Realitanya perubahan begitu cepat. Kampus harus mampu membaca kebutuhan industri agar lulusan yang dihasilkan benar-benar relevan,” ujar Zulfikar.

Dalam sambutannya, ia juga menyinggung kondisi ekonomi global, termasuk nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah yang menembus angka Rp18 ribu, yang dinilai akan memberi dampak terhadap berbagai sektor industri di Indonesia.

“Hari ini nilai tukar dolar terhadap rupiah tembus 18 rb, hampir semua sektor industri akan terdampak. Karena itu, kampus harus menyiapkan SDM yang relevan, adaptif, dan siap berhadapan langsung dengan tantangan industri,” pungkasnya.

Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, PT Penta Arena Nusantara dan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bandung berharap dapat membangun ekosistem kolaboratif yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga menghasilkan lulusan yang siap bersaing dan menjawab kebutuhan industri masa depan.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *