SOROT JABAR – Langkah Pemerintah Kota Bandung dalam merespons isu lingkungan di kawasan Cihapit mendadak memicu diskusi hangat dan perhatian luas dari berbagai elemen masyarakat. Polemik ini bermula dari beredarnya potongan video aksi inspeksi mendadak Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, di lokasi penebangan 10 pohon peneduh di persimpangan Jalan LLRE Martadinata dan Cihapit.
Dalam video yang mendadak viral di berbagai platform media sosial tersebut, Wali Kota Farhan memperlihatkan tindakan penanganan lapangan di bawah sorotan kamera sebagai bentuk pembuktian responsivitas pemerintah daerah dalam menjaga aset lingkungan kota.

Persoalan tersebut tak lepas dari perhatian Umar Komarudin selaku aktivis dan simpul sosial Kota Bandung, untuk bersama mencari solusi terbaik. Bertempat di kawasan Taman Pramuka (3/8/2026), Umar Komarudin memfasilitasi pertemuan penting yang dihadiri oleh Kaukus Aktivis Jabar yang hadir, rekan media massa, serta aktivis Kota Bandung yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kondisi lingkungan dan tata ruang kota.
Pertemuan tersebut digelar agar tercipta ruang dialog yang konstruktif dan solutif di tengah riuh-pikuk pemberitaan. Membuka jalannya diskusi tersebut, Umar Komarudin menyampaikan pandangannya secara netral, sejuk, dan berimbang demi menjaga kondusivitas bersama serta mendorong sinergi antar-stakeholder.
“Dengan kejadian viral tersebut, dan menjadi perhatian kita dalam memperhatikan kejadian tersebut, maka kita perlu melihat persoalan ini tidak sekadar sebagai kegaduhan media sosial, melainkan momentum penting untuk menguji sejauh mana komitmen penataan kota secara menyeluruh dan seberapa pedulinya kita dengan lingkungan,” ungkap Umar Komarudin secara terbuka di hadapan para aktivis dan insan pers yang hadir.
Ia menegaskan pentingnya objektivitas serta kepala dingin dalam menyikapi persoalan tata ruang di tingkat daerah, “Kita hadir di sini bukan untuk saling menyalahkan atau memperkeruh suasana, melainkan untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah agar lahir jalan keluar terbaik bagi keberlanjutan Kota Bandung.”






