SOROT JABAR – Sararea Team yang terdiri dari Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bersama Litera Rasa Indonesia (LRI) menggelar kegiatan seminar bertajuk KLIK (Kritis Literasi dan Informasi Karir) sebagai implementasi mata kuliah Literasi Media dan Verifikasi Data di SMK Nusantara Raya, Bandung, Selasa (02/06/2026). Kegiatan ini menyasar siswa kelas X dan XI dengan tujuan membekali mereka tentang kecakapan literasi digital yang relevan untuk kesiapan mereka di masa depan spesifiknya dunia kerja.
Dosen pengampu mata kuliah Literasi Media, Vidi Sukmayadi, S.S., M.Si., Ph.D., turut hadir dalam kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia mendorong para siswa untuk memanfaatkan media sosial secara produktif dan positif. Sambutan hangat dari Hendi Hidayat S.Kom., M.M., selaku kepala sekolah terhadap seminar dan workshop KLIK ini dipenuhi harap supaya para siswa kelak bisa mengimplementasikannya sebagai bekal perjalanan menuju

“Materi ini tentunya sangat sejalan terutama bagi siswa di penjurusan perkantoran,” terang wakil kepala sekolah bidang kehumasan lebih lanjut.
Seminar kali ini mengusung tema “Membangun Generasi Digital yang Bijak, Kritis dan Siap Berkarier”, yang diawali pengisian pre-test melalui platform digital Kahoot. Kegiatan ini dilakukan untuk mengukur pemahaman awal siswa sebelum diberlangsungkan rangkaian kegiatan.

Rangkaian kegiatan KLIK terbagi dalam dua segmen berbeda. Pertama, Trace Your Future, dibawakan oleh Danillah Nur Rahmat. Materi ini berfokus pada personal branding dan rekam jejak digital yang dapat memengaruhi peluang karier di masa depan. Sesi diawali dengan media interaktif, Mentimeter, bertajuk What Will I Be?.
Siswa-siswi menuliskan cita-cita dan profesi impian mereka sebagai refleksi awal mengenai pentingnya membangun identitas digital yang selaras dengan tujuan karier. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan platform Have I Been Pwned untuk memeriksa kemungkinan kebocoran data pada alamat email yang dimiliki. Kegiatan ini mengingatkan siswa-siswi bahwa setiap aktivitas digital meninggalkan jejak yang perlu dikelola secara bijak.






