SENARA Gelar Workshop Konten Edukatif, SCOLER Ajak Gen Z ‘Scroll Less, Create More’

Ia juga menekankan pentingnya literasi media bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital. “Peredaran informasi real-time dan cepat membuat kita sering sulit membedakan mana fakta, drama, atau hoaks. Dampaknya bisa memengaruhi pola pikir, kebiasaan, hingga kesehatan mental. Karena itu penting untuk selalu melakukan rechecking terhadap informasi yang kita konsumsi,” katanya.

Menurut Syifa, media sosial seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk membangun personal branding yang sehat melalui karya dan informasi yang bermanfaat. “Ketika kita membuat konten yang berdampak, secara tidak langsung audience akan mengenal kita sebagai seseorang yang dapat dipercaya terhadap informasi yang dibagikan,” tambahnya.

Setelah sesi seminar, peserta mengikuti games Kahoot sebagai bentuk evaluasi interaktif terhadap materi yang telah disampaikan. Antusiasme peserta terlihat tinggi saat mengikuti kuis yang dikemas kompetitif dan menyenangkan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan workshop pembuatan konten edukatif. Para siswa dibagi ke dalam sembilan kelompok dan didampingi mentor untuk membuat video kreatif berdurasi maksimal satu menit sesuai tema kegiatan.

Salah satu peserta, Putri, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru terutama dalam memahami struktur dasar pembuatan konten digital. “Bagian paling seru itu pas Kahoot karena interaktif dan menyenangkan. Saya juga jadi tahu kalau bikin konten itu harus ada hook, isi, dan call to action,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *