SMK Bina Warga Bandung Luncurkan BW Cafe, Jadi Sarana Praktik Lima Program Keahlian

Menurut Nendi, keberadaan BW Cafe tidak semata-mata berorientasi pada pendapatan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk menerapkan teori yang telah dipelajari. Ia turut mengapresiasi dukungan mitra industri, khususnya PT Chlorine Digital Media yang membantu menghadirkan konsep dan menu kafe, serta dukungan SMK di Kota Bandung dalam proses kolaborasi tersebut.

Ketua MKKS SMK Kota Bandung, Roni Harimurti, mengapresiasi peluncuran BW Cafe dan berharap program serupa dapat menjadi model pembelajaran bagi sekolah lain. Ia juga berharap pengalaman praktik yang diperoleh selama masa pendidikan dapat membantu lulusan SMK Bina Warga terserap di dunia industri.

Sementara itu, Kepala KCD Wilayah VII, Asep Yudi Mulyadi, menyebut BW Cafe sebagai salah satu bentuk penerapan Teaching Factory yang menghubungkan proses pembelajaran dengan budaya kerja di industri. Menurutnya, pendidikan vokasi perlu memberikan ruang bagi siswa untuk menghasilkan karya nyata sekaligus mengembangkan kreativitas dan keterampilan.

Asep menambahkan, lulusan SMK tidak hanya perlu menguasai keterampilan teknis, tetapi juga membangun karakter dan kemampuan nonteknis atau soft skill. Untuk mendukung hal tersebut, sekolah perlu memperkuat jejaring dengan dunia usaha dan dunia industri agar siswa memperoleh pengalaman yang relevan dengan kebutuhan kerja.

Rangkaian peluncuran BW Cafe diisi dengan penampilan tari Jaipong oleh siswa, pengguntingan pita, penulisan pesan dan harapan, serta pemotongan tumpeng. Para tamu undangan juga berkesempatan menikmati menu yang disajikan BW Cafe sebagai bagian dari perkenalan fasilitas baru tersebut.

(Red/Dadan Sambas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *