SOROT JABAR – Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Tasikmalaya mengikuti talkshow bisnis dan motivasi yang digelar di Kafe Jalan Yudanegara, Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman, strategi bisnis, serta penguatan kapasitas pelaku usaha agar mampu berkembang dan bersaing di era digital.
Hadir sebagai narasumber, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung, Boni Anggara, membagikan perjalanan dan pengalaman bisnisnya yang berhasil berkembang dari usaha skala kecil hingga mengelola berbagai sektor usaha dengan ribuan tenaga kerja.
Dikenal sebagai pengusaha muda nasional, Boni Anggara memulai kariernya dari dunia musik sebagai vokalis band sebelum terjun ke dunia bisnis. Kini, di bawah manajemennya, berbagai unit usaha yang bergerak di bidang Event Organizer (EO), Food & Beverage (F&B), hingga produk makanan ringan berkembang pesat dengan total sekitar 1.200 karyawan dan akumulasi omzet mencapai Rp300 miliar per tahun.
Dalam kesempatan tersebut, Boni menekankan pentingnya perubahan pola pikir bagi pelaku UMKM agar tidak hanya fokus pada proses produksi, tetapi juga memperhatikan strategi pemasaran dan pengembangan merek usaha.
“Kadang-kadang pelaku UMKM hanya fokus membuat produk. Padahal nama produk, kemasan, dan strategi pemasaran memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan usaha,” ujarnya.
Menurut Boni, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pelaku UMKM saat ini adalah membangun identitas usaha yang kuat di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Karena itu, ia mendorong para pelaku usaha untuk mulai memanfaatkan platform digital sebagai sarana promosi dan komunikasi dengan konsumen.






