Tedy Rusmawan Ungkap ‘Kado’ HJKB ke-216, dari Pendidikan hingga Pelayanan Publik

Penataan yang disoroti mencakup trotoar, drainase, median jalan hingga kawasan perdagangan di sekitar Pasteur. Selain aspek estetika, Tedy berharap pembenahan tersebut turut menjawab persoalan genangan ketika hujan deras serta memperkuat identitas Pasteur sebagai salah satu pintu masuk Kota Bandung.

Kado keempat berkaitan dengan Kawasan Gasibu. Penataan kawasan tersebut tidak hanya dikaitkan dengan fasilitas olahraga, tetapi juga fungsi Gasibu sebagai ruang publik.

Tedy menyoroti pembenahan jogging track agar dapat kembali dimanfaatkan masyarakat dengan nyaman. Ia juga membahas keberadaan fasilitas literasi di kawasan tersebut dan berharap fungsi perpustakaan tetap dipertahankan setelah penataan selesai.

Selain fasilitas olahraga dan literasi, Tedy mendorong agar fasilitas pendukung seperti musala dan toilet turut menjadi perhatian sehingga Gasibu dapat berfungsi sebagai ruang publik yang lebih lengkap.

Kado kelima berkaitan dengan akses Riung Bandung menuju Gedebage Selatan. Menurut Tedy, pembukaan akses tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang telah cukup lama diperjuangkan karena dapat memberikan alternatif perjalanan bagi warga Bandung Timur.

Pembukaan akses tersebut sebelumnya secara prinsip telah disetujui dengan membongkar pembatas pada bekas jembatan Sungai Pajamsah. Pelaksanaannya melibatkan sejumlah pihak, termasuk unsur Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang serta Dinas Perhubungan Jawa Barat.

Tedy menilai pembukaan akses tidak cukup hanya dengan membuka jalur. Aspek administrasi, keselamatan pengguna jalan dan pengaturan lalu lintas juga perlu dipastikan agar akses tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Sementara itu, kado keenam yang dibahas berkaitan dengan pelayanan langsung kepada masyarakat melalui Balé Pananggeuhan di kawasan Gedung Sate.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *