Sebagai bagian dari pengembangan green campus, BLDF juga mendukung program penghijauan di lingkungan UNJANI. Sebanyak 150 titik penanaman pohon disiapkan untuk memperkuat area hijau di kawasan kampus yang masih dalam proses pembangunan.
“Karena kampus ini ke depannya memang kami arahkan menjadi green campus. Karena masih dalam proses pembangunan, mungkin ada banyak pohon, tetapi memang masih terasa panas ya karena ini berproses,” ujar Agus.
Sementara itu, Mutiara Diah Asmara mengatakan kerja sama tersebut dirancang sebagai kolaborasi jangka panjang. Program yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga mencakup pengelolaan sampah dan pengembangan living laboratory.
“Intinya memang kolaborasi ini diharapkan agar terjadi sinergitas di antara BLDF dan UNJANI untuk membangun green campus,” kata Mutiara.

Menurut Mutiara, living laboratory dapat menjadi ruang untuk melakukan riset sekaligus mengembangkan model pengelolaan lingkungan yang berpotensi diterapkan lebih luas di masyarakat.
“Juga termasuk sarana terkait dengan living laboratory atau laboratorium hidup yang bisa kita lakukan bersama, baik itu riset maupun bentuk-bentuk yang nanti semoga bisa, misalnya apabila model itu bisa direplikasi, ke depannya juga dilakukan di komunitas di sekitarnya,” ujarnya.
Ia menilai perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran dan praktik lingkungan yang berkelanjutan. Perubahan iklim, kata dia, merupakan persoalan nyata yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.






