“BLDF percaya bahwa kampus sendiri adalah salah satu episentrum yang sangat diperlukan untuk memelihara lingkungan sendiri. Karena perubahan iklim itu adalah realita, adalah nyata,” katanya.
Dalam kerja sama tersebut, sejumlah program disiapkan untuk jangka panjang, mulai dari 150 titik pengelolaan sampah, penghijauan lanjutan, hingga Green Orientation yang direncanakan berlangsung setiap tahun.
“Kolaborasi ini memang adalah kolaborasi jangka panjang yang memang kami harapkan bisa juga menjadi suatu titik tolak bagi generasi muda yang ke depan untuk bisa terus melanjutkan perjalanan ini,” ujar Mutiara.
Anggota Pandawara Group, Muchamad Ikhsan, yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut, menilai kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk membangun gerakan lingkungan yang lebih luas.

“Ini kolaborasi yang sangat luar biasa, karena di lingkungan sendiri kita tidak bisa bergerak masing-masing. Semua peran ini harus ikut terlibat, entah itu dari akademisi, entah dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation sebagai dari swasta, dan kita sebagai komunitas, ini semuanya harus kita lakukan kolaborasi bersama,” ujar Ikhsan.
Ia juga mengapresiasi antusiasme mahasiswa UNJANI dalam mengikuti kegiatan. Menurutnya, sejumlah pertanyaan yang disampaikan mahasiswa menunjukkan adanya ketertarikan untuk terlibat dalam kegiatan lingkungan.
“UNJANI salah satu kampus favorit juga di Jawa Barat, di Bandung. Antusiasme dari mahasiswa sendiri sangat luar biasa, mereka melontarkan beberapa pertanyaan yang memunculkan semangat mereka untuk bisa berkontribusi ikut dalam beberapa kegiatan aksi lingkungan,” pungkasnya.
(Red/Evi Arifin)






