SOROT JABAR – Kota Bandung bersiap menjadi tuan rumah Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 22-28 November 2026. Persiapan penyelenggaraan mulai dimatangkan melalui koordinasi lintas sektor.
Rapat Koordinasi Peparda VII Jawa Barat di Kota Bandung digelar di Hotel Horison, Kota Bandung, Selasa (15/9/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai kebutuhan teknis untuk memastikan pelaksanaan ajang olahraga paralimpik berjalan sesuai rencana.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, Sigit Iskandar, mengatakan sebanyak 1.649 atlet telah terklasifikasi untuk mengikuti Peparda VII Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, 293 atlet unggulan berasal dari Kota Bandung.
“Sebanyak 1.649 atlet telah terklasifikasi untuk mengikuti Peparda VII Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, 293 atlet unggulan berasal dari Kota Bandung. Tentunya ini menjadi semangat bagi kami untuk terus mempersiapkan penyelenggaraan dengan sebaik-baiknya,” ujar Sigit.
Peparda VII Jawa Barat akan mempertandingkan 17 cabang olahraga. Nomor yang dipertandingkan mencakup anggar, atletik, angkat berat, balap sepeda, boccia, boling, bulu tangkis, catur, goalball, judo, menembak, panahan, renang, taekwondo, tenis meja, tenis kursi roda, dan voli duduk.
Sebagai tuan rumah, Pemkot Bandung tidak hanya menyiapkan kebutuhan pertandingan. Dukungan dari sejumlah sektor juga diperlukan, termasuk layanan kesehatan, transportasi, kebudayaan dan pariwisata, serta komunikasi dan publikasi.
Koordinasi antarsektor dilakukan untuk memastikan kebutuhan atlet, official, panitia, dan pihak lain yang terlibat dapat terpenuhi selama penyelenggaraan berlangsung.
Pemkot Bandung juga terus mematangkan aspek teknis dan kebutuhan pendukung melalui rangkaian koordinasi tersebut. Penyelenggaraan Peparda VII Jawa Barat diharapkan dapat berlangsung aman dan tertib, sekaligus menyediakan pelaksanaan kompetisi yang inklusif bagi para atlet paralimpik.
(Red/Diskominfo Kota Bandung)






