Aksesibilitas Jadi Sorotan, Umar Komarudin Kritik Penataan Taman Kota Bandung

Salah satu contoh nyata optimalisasi fungsi taman kota dapat dilihat pada Taman Musik Bandung. Di bawah pengelolaan Umar Komarudin sejak tahun 2018, taman ini berkembang menjadi salah satu ruang publik yang aktif dan produktif.

Selama kurun waktu tersebut, Taman Musik Bandung telah memfasilitasi kurang lebih 400 kegiatan, mulai dari pertunjukan musik, diskusi komunitas, hingga berbagai aktivitas kreatif lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa taman kota mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekosistem komunitas di perkotaan.

Namun demikian, Umar juga menyoroti adanya penurunan aktivitas di Taman Musik Bandung dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari perubahan penataan yang dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Bandung yang berdampak pada aspek aksesibilitas.

Ia menekankan bahwa penataan ruang publik seharusnya tidak hanya berfokus pada aspek estetika dan tata ruang semata, tetapi juga harus mempertimbangkan prinsip inklusivitas. Kelompok penyandang disabilitas dan lansia (DILANS), misalnya, masih menghadapi kendala dalam mengakses fasilitas taman secara optimal.

“Kendala aksesibilitas ini menjadi perhatian, terutama bagi teman-teman disabilitas dan lansia. Padahal ruang publik seharusnya bisa diakses oleh semua kalangan tanpa terkecuali,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *