“Angka yang dihitung dari perjalanan yang klasik seperti kereta api, lewat pintu tol, pakai bus, itu kita targetnya di angka hampir 10 jutaan tahun ini. Kita wisatawan. Tapi ternyata kalau travelers jauh lebih banyak,” katanya.
Di sisi lain, kembali beroperasinya penerbangan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung diharapkan dapat meningkatkan mobilitas menuju Kota Bandung, khususnya dari segmen wisatawan mancanegara.
Adi mengatakan penerbangan perdana Garuda Indonesia dari Bandara Husein Sastranegara kembali dilakukan pada 14 Agustus 2026. Disbudpar berencana melakukan konsolidasi data pada awal September untuk melihat dampak kembali aktifnya penerbangan tersebut terhadap jumlah kunjungan.
“Kemarin inaugurasi pertama kali Garuda itu 14 Agustus. Kita mungkin nanti di awal September konsolidasi, kita coba lihat hitung-hitungannya seperti apa,” ujarnya.
Menurut Adi, perubahan yang paling berpotensi terlihat dari kembali aktifnya penerbangan tersebut adalah peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Bandung.
“Yang sangat akan berubah itu adalah jumlah kunjungan wisman. Mungkin ini akan lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan yang sebelum-sebelumnya,” katanya.
(Red)






