Euis Ratnaningsih Soroti Kepemimpinan Perempuan Usai Yuslita Bilqis Pimpin Golkar Sumedang

Dalam konteks persaingan politik antarperempuan, Euis mengingatkan agar kontestasi tidak diarahkan untuk saling menjatuhkan. Menurutnya, program kerja, kinerja dan prestasi seharusnya menjadi bagian dari ukuran dalam menentukan pilihan.

“Ketika ada dua perempuan yang maju dan bersaing, jangan ada niat untuk saling mengalahkan dengan berbagai cara, tetapi tunjukkan program kerja, kinerja serta prestasi terbaik sebagai nilai lebih yang menjadi indikator sehingga kita terpilih,” tuturnya.

Euis juga mendorong perempuan yang berkiprah dalam politik untuk melakukan evaluasi terhadap kapasitas dan tantangan yang dihadapi. Salah satunya melalui analisis SWOT untuk melihat kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman sebelum menentukan langkah politik.

Menurut dia, persaingan politik semestinya dijalankan tanpa fitnah, politik uang, intimidasi maupun cara-cara yang mengabaikan integritas. Perempuan, kata Euis, juga perlu menjaga harga diri dan jati diri dalam menjalankan perjuangan politik.

Ia turut menyinggung pentingnya pemenuhan keterwakilan perempuan dalam lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif. Euis menyebut perjuangan terhadap keterwakilan perempuan perlu dilakukan dengan tetap menjaga persaingan yang sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *