Euis Ratnaningsih Soroti Kepemimpinan Perempuan Usai Yuslita Bilqis Pimpin Golkar Sumedang

“Saya berharap, ketika perempuan bersaing, tidak semata-mata mengedepankan nafsu syahwat politiknya dan menghalalkan segala cara, tetapi perempuan mampu memiliki etika politik yang baik dan benar, itulah yang membedakan pemimpin perempuan,” ungkapnya.

Euis juga menyampaikan harapan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar pemberdayaan perempuan dapat terus diperkuat. Menurutnya, keberadaan berbagai organisasi perempuan di Jawa Barat perlu diikuti dengan program yang memberikan ruang nyata bagi perempuan untuk berkembang dan beraktivitas.

Ia mengatakan kebutuhan perempuan tidak selalu berkaitan dengan program besar, tetapi juga menyangkut keamanan, kesempatan bekerja, kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga, serta ruang untuk menyampaikan aspirasi.

“Pesan utama untuk Gubernur Jabar, kami perempuan tidak meminta hal yang mewah. Kami hanya meminta bisa bekerja atau memberi makan keluarga tanpa takut meninggalkan anak. Bisa melapor jika disakiti tanpa takut dihakimi. Bisa bersuara tanpa dianggap melampaui batas. Bisa bermimpi tinggi tanpa dibatasi jenis kelamin. Itulah pemberdayaan yang belum kami rasakan dan layak kami dapatkan,” pungkasnya.

Sebelum Musda XI, Yuslita tercatat mendapat dukungan dari seluruh 26 Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Kabupaten Sumedang. Dukungan tersebut turut mengiringi proses pendaftarannya sebagai calon Ketua DPD Golkar Sumedang.

(Red/Dadan Sambas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *