Berita, Isu  

Nasib Masjid Agung Bandung Jadi Sorotan, Biaya Operasional Capai Lebih dari Rp100 Juta per Bulan

Koordinasi dengan pemerintah dinilai penting untuk memperoleh kejelasan mengenai kebijakan dan langkah yang dapat dilakukan terhadap Masjid Agung Bandung. Dalam kapasitasnya sebagai fasilitator, Umar Komarudin menyampaikan bahwa keresahan masyarakat perlu diterjemahkan menjadi langkah konkret. Namun, persoalan tersebut bukan tanggung jawab satu kelompok sehingga dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk menjaga keberlangsungan masjid.

Perhatian dalam pertemuan juga diarahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung. Elemen masyarakat mempertanyakan keberlanjutan dukungan dan kebijakan pemerintah setelah perubahan pola pembiayaan. Sebab, penghentian biaya operasional tidak serta-merta menghentikan kebutuhan masjid. Listrik, air, kebersihan, keamanan, tenaga operasional, pelayanan jamaah hingga pemeliharaan bangunan tetap membutuhkan pembiayaan.

Karena itu, peserta pertemuan mendorong pemerintah dan pihak Nazhir untuk tetap membuka ruang komunikasi guna mencari solusi yang dapat menjaga fungsi Masjid Agung Bandung. Nazhir memiliki amanah untuk mengelola wakaf, pemerintah memiliki kewenangan dan fungsi pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku, sementara masyarakat memiliki kepentingan untuk mengetahui masa depan salah satu rumah ibadah bersejarah di Kota Bandung tersebut.

Pertemuan ini menunjukkan bahwa persoalan Masjid Agung Bandung tidak lagi hanya menjadi pembahasan pihak pengelola. Sejumlah organisasi masyarakat mulai menyatakan kepeduliannya dan mendorong adanya tindakan nyata. Pada akhirnya, keberlangsungan masjid bukan hanya mengenai status aset atau kewenangan pengelolaan, tetapi juga menyangkut kepentingan masyarakat yang setiap hari menggunakan masjid untuk beribadah dan beraktivitas.

Masjid Agung Bandung membutuhkan pihak-pihak yang bersedia menjaga keberlangsungan fungsi dan pelayanannya, mulai dari memastikan kebutuhan operasional tetap terpenuhi, jamaah mendapatkan pelayanan, hingga kondisi bangunan tetap aman. Yang paling penting, marwah Masjid Agung Bandung sebagai bagian dari sejarah Kota Bandung tetap terjaga. Setelah berbagai elemen masyarakat menyatakan kepedulian, pertanyaan berikutnya adalah langkah nyata apa yang akan dilakukan untuk menjaga dan mengawal keberlangsungan masjid tersebut.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *