Berita, Isu  

Nasib Masjid Agung Bandung Jadi Sorotan, Biaya Operasional Capai Lebih dari Rp100 Juta per Bulan

Selain persoalan biaya operasional, kondisi fisik bangunan juga menjadi perhatian. Rudi mengungkapkan terdapat sekitar 135 titik kerusakan atau kebocoran yang membutuhkan penanganan. “Kami diwarisi 135 titik kebocoran di sana. Ini kenapa publik harus tahu,” katanya. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena masjid tetap digunakan masyarakat setiap hari dan pemeliharaan bangunan berkaitan dengan kenyamanan serta keselamatan jamaah.

Abah Mansur dari LSM GMBI menegaskan bahwa kehadiran berbagai organisasi dalam pertemuan tersebut bukan untuk membawa kepentingan kelompok masing-masing, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberadaan Masjid Agung Bandung. “Kami hadir bukan karena kepentingan pribadi. Kami ingin menitipkan tinta emas untuk Kota Bandung,” ujar Abah Mansur. Ia mendorong agar kepedulian tersebut tidak berhenti pada pernyataan, tetapi dilanjutkan dengan langkah konkret.

Perwakilan Pemuda Pancasila juga menyoroti posisi Masjid Agung Bandung sebagai fasilitas yang manfaatnya dirasakan masyarakat luas. Menurutnya, pembahasan mengenai masjid tidak seharusnya hanya berkutat pada persoalan kepemilikan atau kewenangan administratif. “Yang menerima manfaat adalah seluruh warga Bandung, bahkan bukan hanya Kota Bandung,” ujarnya. Karena itu, pemerintah dinilai tetap perlu melihat persoalan tersebut dari perspektif kepentingan publik.

Ia menegaskan bahwa persoalan Masjid Agung Bandung saat ini telah menyentuh kepentingan masyarakat. “Hari ini sudah bukan bicara masalah milik siapa, tetapi penerima manfaatnya adalah masyarakat,” ujarnya. Perhatian serupa juga datang dari unsur BBC dan sejumlah elemen masyarakat lainnya yang hadir dalam forum. Para peserta melihat masjid sebagai bagian dari sejarah dan kehidupan sosial Kota Bandung yang manfaatnya dirasakan masyarakat luas.

Pertemuan tersebut kemudian membahas sejumlah kemungkinan langkah lanjutan, salah satunya melihat langsung kondisi fisik Masjid Agung Bandung, termasuk titik-titik kerusakan yang disampaikan pihak Nazhir. Dokumentasi kondisi bangunan dinilai penting agar persoalan yang dihadapi dapat diketahui masyarakat secara lebih terbuka. Elemen masyarakat juga berencana membangun komunikasi dengan organisasi lainnya serta pihak-pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *