Korlap juga diminta memastikan agen di wilayah masing-masing aktif dan memahami sasaran serta tugasnya. Agen tersebut menjadi ujung tombak pelaksanaan Perlinsos karena berhadapan langsung dengan masyarakat, termasuk memberikan informasi dan pendampingan yang diperlukan.
Dalam pelaksanaannya, rasio yang digunakan sekitar satu agen untuk mendata 170 KK. Dengan jumlah sasaran yang mencapai 435.416 KK, mobilisasi agen menjadi salah satu faktor penting untuk mengejar target hingga akhir periode pelaksanaan.
Iskandar menegaskan target tersebut merupakan target bersama Pemerintah Kota Bandung, bukan dibebankan kepada satu perangkat daerah tertentu. Karena itu, koordinasi antara OPD, kecamatan, kelurahan, LO, korlap dan agen perlu berjalan dalam satu sistem kerja.
“Jangan ada sekat antara OPD, kecamatan, kelurahan maupun agen. LO menggerakkan OPD, korlap menggerakkan wilayah, agen menjangkau masyarakat, dan seluruhnya bergerak dalam satu koordinasi,” katanya.
Ia meminta seluruh unsur yang terlibat memanfaatkan waktu pelaksanaan hingga Desember 2026 untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan mobilisasi agen, memantau capaian dan segera menangani kendala yang ditemukan di lapangan.
Iskandar berharap rapat koordinasi tersebut dapat menghasilkan langkah konkret sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mencapai target digitalisasi perlindungan sosial dan implementasi IKD di Kota Bandung.
(Red/Diskominfo Kota Bandung)






