Penebangan 10 Pohon di Cihapit Bandung Viral, Aktivis Desak Pemkot Perkuat Pengawasan

Dadang menyampaikan bahwa rentetan fakta ini harus menjadi perhatian serius Pemkot Bandung dalam mengelola RTH serta mempertahankan daya dukung lingkungan. Kerapnya permasalahan lingkungan yang terabaikan dinilai dapat mengikis kenyamanan Bandung yang selama ini dikenal sebagai kota sejuk, asri, dan ramah huni. Carut-marut penataan ini lambat laun berpotensi menggeser reputasi positif Bandung dari pusat kebudayaan dan keindahan menjadi kawasan yang rentan masalah lingkungan seperti banjir dan krisis udara bersih.

Oleh karena itu, ia mendorong Wali Kota Farhan untuk fokus pada pembenahan kebijakan RTH yang berkelanjutan, termasuk mendorong pemulihan ekologis secara nyata melalui penanaman kembali pohon-pohon peneduh di kawasan resapan air yang kritis, seperti kawasan Bandung Utara dan wilayah Cimenyan. Menurutnya, pemulihan kawasan hijau adalah investasi jangka panjang bagi masa depan generasi mendatang di Jawa Barat.

Di akhir penyampaiannya di hadapan Kaukus Aktivis Jabar yang hadir, awak media, dan sesama aktivis Kota Bandung, Dadang Hermawan memberikan klarifikasi langsung terkait reaksi keras dan emosionalnya yang sempat mendadak ramai diperbincangkan di berbagai jaringan media sosial.

“Saya perlu tegaskan dan klarifikasikan secara terbuka, reaksi emosional saya yang terekam dalam video beredar itu murni respon spontan begitu saya melihat rekaman video viral inspeksi Pak Wali Kota Farhan dan video penebangan pohon di Cihapit,” tegas Dadang secara langsung.

Ia menambahkan penjelasan atas motif di balik sikap vokalnya tersebut, “Tidak ada niat personal, kepentingan politik, atau kebencian pribadi sedikit pun. Kemarahan saya lahir spontan dari rasa prihatin seorang warga dan aktivis yang melihat pohon-pohon kota dirusak, sementara penanganannya justru nampak dipertontonkan sekadar narasi visual di media sosial. Saya hanya ingin Pemkot Bandung benar-benar hadir melakukan pengawasan ketat di lapangan sebelum kerusakan ekologis terjadi.”

Klarifikasi langsung dari Dadang Hermawan ini menutup rangkaian forum konferensi pers bersama Kaukus Aktivis Jabar yang hadir, aktivis lainnya, dan insan media tersebut. Polemik penebangan pohon Cihapit ini kini menempatkan Pemkot Bandung pada ujian konsistensi penegakan aturan dan pengelolaan tata ruang yang sesungguhnya.

Publik Kota Bandung kini menanti apakah Wali Kota Farhan mampu menjawab berbagai masukan kritis ini dengan kebijakan RTH yang konkrit, nyata, dan berkelanjutan, bukan sekadar respons cepat saat kamera tersorot.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *