Poltekkes Kemenkes Bandung Kembangkan Instrumen Evaluasi Keamanan Pangan Bagi Pelaku IRTP

Namun, tim pengabdian masyarakat menilai instrumen evaluasi yang selama ini digunakan masih lebih banyak mengukur kemampuan peserta dalam mengingat materi atau aspek *recall*. Metode tersebut dinilai belum sepenuhnya menggambarkan kemampuan peserta dalam memahami dan menerapkan prinsip keamanan pangan dalam kegiatan produksi sehari-hari.

Berangkat dari kondisi tersebut, tim Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Bandung mengembangkan instrumen pengukuran pengetahuan yang disesuaikan dengan pedoman CPPB-IRT BPOM Tahun 2024.

Pengembangan instrumen dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari mengevaluasi instrumen yang sebelumnya digunakan, menyusun kisi-kisi soal, melakukan validasi isi, menguji validitas konstruk dan reliabilitas, hingga menganalisis karakteristik setiap butir soal sebelum instrumen diterapkan dalam kegiatan penyuluhan.

Materi pelatihan yang diberikan mencakup berbagai aspek keamanan pangan. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai higiene dan sanitasi, persyaratan keamanan pangan, kondisi lingkungan produksi, bangunan dan fasilitas IRTP, penggunaan bahan tambahan pangan (BTP), pengendalian proses produksi, pelabelan pangan, dokumentasi, hingga prosedur penarikan produk apabila diperlukan.

Agar materi lebih mudah dipahami dan diterapkan, proses pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui metode ceramah. Peserta juga mengikuti demonstrasi, simulasi, dan latihan yang memungkinkan mereka memahami penerapan prinsip CPPB-IRT dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *