Krisis ekologis di Hulu sebagai Akar Bencana Wilayah Kecamatan Kertasari, Pacet, dan Pangalengan merupakan kawasan yang secara geografis berada di zona hulu DAS Citarum. Kawasan ini sejatinya berfungsi sebagai daerah Resapan air dan sabuk hijau yang menopang keseimbangan hidrologis seluruh cekungan Bandung.
Namun selama bertahun-tahun, alih fungsi lahan secara masif dari hutan dan lahan konservasi menjadi perkebunan monokultur, pertanian terasering yang tidak terkelola secara berkelanjutan, hingga permukiman liar di lereng-lereng rawan — telah meruntuhkan kemampuan alam dalam menyerap dan mendistribusikan air hujan secara aman.
Longsor yang terjadi di tujuh titik secara bersamaan dalam satu malam adalah sinyal keras bahwa daya dukung ekologis kawasan hulu telah melampaui ambang kritisnya. Tanah yang kehilangan tutupan vegetasi tidak lagi mampu menahan beban air ketika curah hujan meningkat. Ini bukan anomali cuaca semata ini adalah konsekuensi langsung dari degradasi lingkungan yang dibiarkan berlangsung tanpa koreksi serius.
Walhi juga menilai Banjir Citarum merupakan Luka Lama yang Tak Pernah Dituntaskan Banjir yang menggenangi Desa Majakerta, Kecamatan Majalaya, diakui sendiri oleh BPBD sebagai akibat luapan Sungai Citarum. Fakta ini menegaskan bahwa persoalan banjir di sepanjang aliran Citarum adalah masalah struktural yang terus berulang. Program Citarum Harum yang telah berjalan bertahun-tahun seharusnya dimaknai bukan hanya sebagai operasi kebersihan sungai, melainkan sebagai pemulihan ekosistem secara menyeluruh termasuk normalisasi sungai, pemulihan sempadan, dan pengendalian sedimentasi secara komprehensif. Kenyataannya, banjir kembali menelan ribuan warga. Ini adalah kegagalan yang tidak dapat ditoleransi.






