Bandung TV Luncurkan Bobotoh 360, Kupas Persib dari Sepak Bola hingga Budaya dan Ekonomi

SOROT JABAR – Bandung TV menghadirkan program baru bertajuk Bobotoh 360 yang mencoba melihat Persib Bandung dari sudut pandang yang lebih luas. Tak hanya membicarakan hasil pertandingan atau performa pemain, program ini mengangkat sisi sosial, budaya, ekonomi, hingga kehidupan Bobotoh yang mengiringi perjalanan klub.

Bobotoh 360 tayang setiap Jumat pukul 21.00 WIB. Program tersebut juga dapat disaksikan melalui kanal YouTube Bandung TV bagi penonton yang tidak mengikuti siaran televisinya secara langsung.

Konsep yang diusung Bobotoh 360 berangkat dari pandangan bahwa Persib memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Bandung. Karena itu, pembahasannya tidak berhenti pada apa yang terjadi selama 90 menit pertandingan, tetapi turut membicarakan berbagai hal yang membentuk ekosistem Persib.

Program ini mempertemukan tiga figur dengan latar belakang berbeda. Andry MR, dosen Universitas Pasundan, bertindak sebagai pembawa acara sekaligus penghubung diskusi antara perspektif akademis dan pengalaman Bobotoh di lapangan.

Sementara itu, Muhammad Yusuf yang merupakan Direktur Politeknik Praktisi Bandung membawa perspektif akademis dalam membedah berbagai fenomena di sekitar Persib. Pembahasan yang dibawanya mencakup aspek ekonomi dan manajerial, sekaligus perkembangan sosial serta budaya yang berkaitan dengan klub dan suporternya.

Perspektif tersebut kemudian dipertemukan dengan pengalaman Adun Biru Barat. Content creator Persib yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online itu dikenal aktif mengikuti aktivitas Persib secara langsung, mulai dari latihan hingga pertandingan.

Kehadiran Adun memberikan warna berbeda dalam diskusi. Informasi yang dibawanya berasal dari interaksi dan pengamatan langsung di lapangan, sekaligus merepresentasikan pengalaman Bobotoh yang mengikuti Persib dari dekat.

Perbedaan latar belakang ketiga pengisi acara menjadi bagian dari pendekatan yang ditawarkan Bobotoh 360. Diskusi diharapkan tidak terlalu akademis bagi penonton umum, tetapi tetap memiliki dasar pembahasan yang lebih mendalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *