Muhammad Yusuf mengatakan pendekatan berbasis riset menjadi salah satu fondasi dalam membahas berbagai fenomena Persib. Literatur dan penelitian ilmiah digunakan sebagai rujukan agar pembahasan tidak hanya didasarkan pada opini yang beredar di media sosial.
Salah satu penelitian yang menjadi rujukan adalah karya Mulyana, Qonitah, dan Salsabila pada 2024 berjudul “Bentuk Budaya Partisipasi: Studi Deskriptif Kualitatif pada Fandom Bobotoh” yang diterbitkan dalam Comdent: Communication Student Journal Universitas Padjadjaran.
Penelitian tersebut membahas budaya partisipasi Bobotoh, termasuk bentuk afiliasi, ekspresi, kolaborasi, hingga sirkulasi informasi. Perspektif semacam ini menjadi pintu masuk untuk melihat Bobotoh bukan sekadar sebagai penonton pertandingan, tetapi sebagai bagian dari ekosistem sosial yang lebih luas.
Di sisi lain, pengalaman Adun di lapangan menjadi pelengkap terhadap pendekatan akademis tersebut. Aktivitasnya mengikuti kegiatan Persib membuat informasi yang dibawa ke dalam program tidak hanya bersumber dari pemberitaan media atau media sosial.
Kombinasi tersebut membuat Andry memiliki peran penting dalam menjaga arah diskusi. Ia harus menghubungkan pembahasan akademis dengan pengalaman lapangan agar topik yang dibicarakan tetap mudah dipahami Bobotoh dari berbagai latar belakang.
Dengan format tersebut, Bobotoh 360 ingin membuka pembicaraan mengenai Persib dari perspektif yang lebih beragam. Mulai dari sepak bola, budaya suporter, kehidupan sosial, sampai aspek ekonomi yang berkembang di sekitar klub.
Selain melalui siaran televisi, informasi dan cuplikan program Bobotoh 360 juga tersedia melalui akun Instagram @Bobotoh360. Kehadiran kanal digital tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan program kepada komunitas Bobotoh.
Bobotoh 360 dapat disaksikan setiap Jumat pukul 21.00 WIB di Bandung TV, dengan tayangan ulang dan konten terkait yang tersedia melalui kanal digital Bandung TV.
(Red/Dadan Sambas)






