DNA Resmi Rilis Album Perdana OURORA, Hadirkan 18 Lagu dengan Beragam Genre

Menurut Mister Aloy, visual tersebut memuat berbagai filosofi, mulai dari kawanan burung yang melambangkan perjalanan seluruh tim DNA menuju tujuan bersama, tiang listrik dengan kabel semrawut sebagai metafora dinamika kehidupan, layangan Bali yang menggambarkan sisi jenaka, hingga matahari sebagai simbol cita-cita besar yang tetap diiringi sikap rendah hati.

Album ini juga melibatkan sejumlah kolaborator dalam proses kreatifnya. JayJax bersama Mister Aloy bekerja sama dengan Gamaliel Abram Pradipta dan Alvagracia Immanuel dalam proses produksi, sementara sejumlah musisi turut mengisi beberapa lagu, di antaranya PARKZ, SYEQY, INDAHKUS, QG, hingga YB (Reza Oktovian).

JayJax mengaku album penuh merupakan pencapaian yang telah lama diimpikan sejak awal menekuni dunia musik. “Membuat album penuh adalah impian hampir semua musisi. Kami senang akhirnya bisa mempersembahkan karya ini dengan komposisi yang menurut kami seimbang antara lagu yang lebih mudah dinikmati publik dan sisi idealisme kami sebagai produser,” katanya.

“OURORA;” dibuka melalui trek “Who tf are we” yang menjadi pengantar untuk mengenal DNA lebih dekat, kemudian berlanjut ke “Quest of The Sea”, “Two Heads”, hingga lagu kolaborasi bersama PARKZ berjudul “PAIN”.

Album kemudian membawa pendengar melewati berbagai dinamika musikal melalui lagu-lagu seperti “lOst Together”, “Cowok Red Flag”, “Love Ya”, “Second Choice”, “Pop It”, “Don’t Talk To Me”, “Feel It Comin'”, hingga ditutup oleh “Anomali”, kolaborasi bersama YB yang menjadi lagu berbahasa Indonesia pertama dari rapper tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *