SOROT JABAR – Kolaborasi lintas negara dinilai dapat memperkuat pendidikan film di Asia Tenggara sekaligus membuka ruang pertukaran cerita lokal antarnegara.
Gagasan tersebut mengemuka dalam International Forum: AI in Education, Film and Creative Production yang digelar di SSTP JPN Kelantan, Malaysia, Selasa (18/8/2026).
Panelis asal Indonesia, Dr. Firdaus Azwar Ersyad dari Telkom University, mengatakan kolaborasi regional dalam pendidikan film perlu bergerak melampaui seminar dan forum akademik dengan melibatkan mahasiswa, pendidik, komunitas, serta masyarakat dalam proyek bersama.
“Mahasiswa dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand, misalnya, dapat bekerja dengan satu tema bersama, seperti budaya lokal, kehidupan anak muda, atau lingkungan. Mereka kemudian bekerja bersama masyarakat di wilayah masing-masing untuk membuat film,” kata Firdaus seusai forum.

Menurut dia, karya yang dihasilkan dapat dipertukarkan melalui pemutaran regional maupun platform digital. Mahasiswa dan komunitas dari negara berbeda kemudian dapat mendiskusikan film tersebut sekaligus berbagi pengalaman mengenai konteks sosial dan budaya masing-masing.
“Dengan cara itu, kita tidak hanya membuat film. Kita juga belajar satu sama lain dan berbagi cerita lokal dari masing-masing negara,” ujarnya.
Firdaus menilai PERDIBROFI (Perkumpulan Pendidik Broadcasting dan Film Indonesia) memiliki peluang untuk mengambil bagian dalam pengembangan jejaring pendidikan film di kawasan Asia Tenggara.






