Kelurahan Sukamiskin Olah Sampah Jadi Maggot hingga Briket, Target Capai 1 Ton per Hari

Selain sampah organik, Sukamiskin mengembangkan peyeumisasi sampah untuk mengolah sampah nonorganik menjadi briket. Saat ini terdapat enam unit mesin, dengan proses pengolahan meliputi pengeringan, penggilingan kasar dan halus, pencampuran kanji, hingga pencetakan menjadi briket. Jika seluruh fasilitas berjalan optimal, kapasitasnya diproyeksikan mencapai enam ton per hari.

Pengembangan produksi briket juga akan diperluas ke tingkat RW. RW 13 telah menyiapkan lahan sekitar 200 meter persegi untuk mesin produksi, penjemuran, dan penyimpanan. Briket yang dihasilkan nantinya direncanakan dimanfaatkan berbagai sektor industri, seperti pabrik semen, pabrik genteng di Majalengka, dan industri tekstil.

Sukamiskin juga disiapkan sebagai laboratorium pengelolaan sampah bagi komunitas, RT, RW, lembaga swadaya masyarakat, maupun daerah lain yang ingin melakukan studi tiru. Selain itu, Kelurahan Sukamiskin bekerja sama dengan Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Pemprov Jawa Barat mengembangkan teknologi plasma dingin untuk pengolahan sampah nonorganik.

Fasilitas plasma dingin tersebut sebelumnya mampu mengolah sekitar 1,5 ton sampah nonorganik per hari. Namun, saat ini mesin mengalami kendala dan masih menunggu komponen pengganti dari luar negeri. Sementara itu, dari sekitar 3.000 meter persegi lahan yang tersedia, baru sekitar 800 meter persegi yang digunakan sehingga masih terdapat ruang untuk pengembangan.

Sofian berharap seluruh fasilitas pengolahan dapat beroperasi optimal dengan dukungan Pemprov Jawa Barat dan berbagai pihak. Fasilitas pengolahan baru ditargetkan mulai berjalan pada akhir 2026 atau paling lambat awal 2027 sehingga ke depan Sukamiskin bahkan berpotensi menerima sampah dari kelurahan lain.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *