Wilayah lainnya yakni Kota Tasikmalaya mengalami inflasi sebesar 0,39 persen, Kota Bogor 0,27 persen, Kota Sukabumi 0,22 persen, Kota Bekasi 0,17 persen dan Kota Depok 0,07 persen.
Ari menjelaskan, tekanan inflasi bulanan terutama berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau yang memberikan andil inflasi sebesar 0,12 persen.
“Komoditas utama pendorong inflasi meliputi daging ayam ras, beras, sigaret putih mesin, semangka, dan buncis,” ujar Ari.
Di tengah tekanan tersebut, ketersediaan komoditas hortikultura seperti bawang merah dan tomat dari hasil panen raya menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga stabilitas harga pangan di Jawa Barat.
Ari menilai keberhasilan menjaga ketersediaan pasokan hortikultura di tingkat daerah menjadi salah satu kunci dalam meredam lonjakan Indeks Harga Konsumen (IHK), terutama di tengah tantangan produksi pangan akibat kondisi cuaca kemarau.
(Red/ANTARA)






