Dalam kegiatan tersebut, alumni SMKN 13 Bandung yang kini bertugas di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Bandung turut berpartisipasi dengan menghadirkan bazar sembako, sayuran, dan daging murah, serta membagikan madu gratis kepada masyarakat.
Tak hanya itu, bazar pakaian layak pakai, tas, kerudung, dan berbagai kebutuhan lainnya juga mendapat sambutan positif dari para orang tua. Seluruh hasil penjualan bazar akan dialokasikan untuk kas sosial sekolah.
Belinda berharap SAMEN 13 dapat menjadi ruang yang mempererat sinergi antara sekolah, orang tua, alumni, dan masyarakat. “Kami ingin membangun kolaborasi tanpa batas. Ketika semua pihak bergerak bersama, maka perkembangan siswa maupun sekolah akan semakin optimal,” tuturnya.
Selain pameran karya, kegiatan juga menghadirkan workshop sederhana hasil kreativitas siswa, seperti pengolahan teh rambut jagung, teh buah naga, hingga pembuatan aromaterapi berbahan dasar cengkeh. Acara turut diisi dengan konsultasi antara wali kelas dan orang tua, pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi, serta kunjungan orang tua ke setiap stan karya siswa.
Melalui SAMEN 13, SMKN 13 Bandung berupaya menghadirkan pengalaman pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun kolaborasi, apresiasi, serta kebanggaan bersama terhadap proses pembelajaran yang dijalani para siswa.
(Red/Dadan Sambas)






