Kreator Indonesia Emha Albana Dipercaya Garap Visual Mak Cun ke Format Animasi

Erma Fatima mengatakan, keterlibatan Emha Albana dalam pengembangan animasi merupakan bagian dari upaya mengeksplorasi teknologi baru tanpa menghilangkan identitas asli Mak Cun.

“Bagi saya, Mak Cun bukan sekadar watak dalam sebuah drama. Mak Cun mempunyai identiti dan perjalanan yang panjang. Apabila kita membawa Mak Cun ke dalam animasi, saya mahu karakter, humor, budaya dan semangat yang ada dalam Mak Cun tetap terasa,” ujar Erma.

Menurut Erma, perbedaan latar antara kreator Malaysia dan Indonesia justru dapat menjadi kekuatan dalam proses pengembangan karya. Ia menilai kreativitas tidak terbatas oleh batas negara selama para kreator memiliki visi yang sama.

“Saya memberikan kepercayaan kepada Emha kerana saya melihat kreativiti tidak mengenal sempadan. Kami datang dari Malaysia dan Indonesia, tetapi apabila mempunyai visi yang sama, kita boleh menghasilkan sesuatu yang baharu tanpa menghilangkan identiti karya asal,” katanya.

Erma juga menekankan bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam proyek tersebut harus ditempatkan sebagai alat untuk mendukung proses kreatif, bukan menggantikan identitas dan karakter utama yang telah dikenal penonton.

“AI adalah teknologi baharu yang membuka banyak kemungkinan. Tetapi teknologi itu tetap menjadi alat untuk membantu cerita. Saya tidak mahu Mak Cun kehilangan identitinya hanya kerana kita menggunakan teknologi baharu,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *