Subaryo menambahkan, berbagai kegiatan yang digelar juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi para siswa. Dukungan dari berbagai pihak dinilai menjadi faktor penting dalam pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan.
Sementara itu, Pengawas Pembina SMK Pasundan 3 Cimahi Ecep Jaja Miharja mengapresiasi pelaksanaan pentas seni, bazaar dan khitanan massal tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan kemampuan sekolah dalam menjawab berbagai tantangan melalui konsep kolaborasi, kritis, kreatif dan komunikatif.
Ecep mengatakan, nilai kolaborasi sejatinya bukan hal baru dalam budaya Sunda. Nilai tersebut telah lama diwujudkan melalui tradisi gotong royong atau sabilulungan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sunda.

“Kolaborasi merupakan bukan hal yang baru dalam budaya Sunda, karena telah menjadi kebiasaan dalam bentuk gotong royong atau sabilulungan,” tuturnya.
Ia juga menilai aspek komunikasi telah menjadi bagian dari karakter masyarakat Sunda. Sementara kreativitas siswa terlihat melalui berbagai karya dan stand bazaar yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.






