Menurut Ecep, kreativitas perlu terus dikembangkan agar siswa tidak hanya bergantung pada konsep dan teori, tetapi mampu menghasilkan gagasan serta karya yang berbeda dan memiliki nilai positif. Proses tersebut juga membutuhkan kolaborasi antara sekolah, siswa, orang tua dan masyarakat.
Selain itu, Ecep mengingatkan pentingnya mempertahankan filosofi Sundasilih ‘asah, silih asih dan silih asuh’ dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut dinilai dapat menjadi bekal bagi generasi muda dalam menjaga budaya sekaligus menghadapi perkembangan zaman.
Rangkaian kegiatan HUT SMK Pasundan 3 Cimahi juga diisi pentas kreasi siswa dari setiap kelas. Para siswa menampilkan berbagai kreativitas yang telah dipersiapkan sebagai bagian dari kegiatan peringatan hari jadi sekolah.

Selain pentas seni, setiap program keahlian turut mempresentasikan program dan karya masing-masing. Bazaar juga menampilkan berbagai produk hasil karya siswa, mulai dari produk program keahlian hingga makanan dan minuman.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SMK Pasundan 3 Cimahi tidak hanya memperingati perjalanan sekolah, tetapi juga memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi, sekaligus memperkuat kepedulian sosial serta pelestarian budaya Sunda.
(Red/Dadan Sambas)






