Teknologi Pengolahan Sampah di TPS Ciwastra Berkapasitas 5 Ton per Jam, Lulus Uji Emisi

Pengendalian emisi juga menjadi bagian dari sistem teknologi tersebut. Alat dilengkapi dry scrubber, dua tangki air berukuran besar, serta sejumlah tabung air yang ditempatkan di sekitar bagian pembakaran.

Yayat mengatakan, performa pengendalian emisi telah diperiksa melalui pengujian yang dilakukan PT Sucofindo dengan fasilitasi DLH Kota Bandung.

“Untuk uji emisi juga sudah dilaksanakan, diuji oleh PT Sucofindo, difasilitasi oleh DLH, dan hasilnya alat ini lulus uji emisi,” ujar Yayat.

Dari sisi operasional, DLH Kota Bandung saat ini telah terlibat langsung dalam penggunaan alat tersebut. Personel DLH juga telah memiliki kemampuan untuk menangani sejumlah perbaikan ringan.

Sementara untuk kerusakan atau kebutuhan perbaikan yang lebih besar, penanganannya dilakukan oleh tim Dislitbangad. Dengan pola tersebut, pengoperasian alat dapat tetap berjalan dengan pengawasan dari kedua pihak.

Kunjungan KSAD ke TPS Ciwastra dilakukan untuk melihat perkembangan sekaligus pemanfaatan teknologi tersebut di lapangan bersama Pemerintah Kota Bandung dan DLH.

Pemanfaatan teknologi dengan kapasitas hingga lima ton sampah per jam ini diharapkan dapat menambah alternatif penanganan sampah di Kota Bandung. Sistem pemanfaatan panas, penggunaan oli bekas, serta mekanisme pengendalian dan pengujian emisi menjadi bagian dari teknologi yang tengah diterapkan di TPS Ciwastra.

(Red/Diskominfo Kota Bandung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *