Selain penelitian kolaboratif Unpad-Flinders University Australia, program juga mencakup ko-kreasi, tata kelola adaptif dan pertukaran pengetahuan Indonesia-Jepang yang dijadwalkan berlangsung pada 1-15 September 2026.
Selama rangkaian 14 hari, peserta mengikuti paket kegiatan yang disusun secara bertahap. Pada tiga hari pertama, kegiatan difokuskan pada capacity building dan strategic research planning untuk memperkuat pemahaman mengenai Systems Thinking sekaligus menyusun peta jalan riset.
Memasuki hari keempat hingga ketujuh, peserta mengikuti International Grant Proposal Bootcamp dan PaperSprint Clinic. Kegiatan tersebut memberikan pendampingan dalam penyusunan proposal hibah internasional serta penulisan artikel ilmiah.

Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan Paper Sprint dan Writing Clinic pada hari kedelapan hingga kesepuluh. Peserta diarahkan untuk mengembangkan tulisan ilmiah yang memiliki kualitas dan peluang publikasi pada jurnal internasional bereputasi.
Pada hari ke-11 hingga ke-14, kegiatan diisi Student Mentoring Program dan Publication Coaching. Agenda ini mencakup pembentukan kelompok kerja peneliti lintas disiplin dan lintas negara serta mentoring bagi mahasiswa program magister dan doktor.
Program Diaspora Berdampak 2026 tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan kegiatan akademik jangka pendek, tetapi juga memiliki sejumlah target luaran yang terukur. Salah satunya adalah penyusunan Roadmap Riset Kolaboratif 2027-2029 yang akan menjadi acuan kerja sama penelitian Unpad dan Flinders University selama tiga tahun.






