Unpad Luncurkan Program Diaspora Berdampak 2026, Gandeng Ilmuwan Flinders University Australia

Bagi Universitas Padjadjaran, program tersebut diharapkan dapat memperkuat reputasi global dan mendukung pencapaian World Class University (WCU) serta Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Kolaborasi internasional juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik dan meningkatkan kualitas riset.

Bagi dosen dan peneliti, program ini membuka kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dalam metode riset kontemporer, seperti System Dynamics, Causal Loop Analysis dan Governance Network Analysis. Program tersebut juga diarahkan untuk mendorong terbentuknya cluster riset baru.

Sementara bagi mahasiswa S2 dan S3, keterlibatan dalam program memberikan akses terhadap jaringan peneliti internasional, peluang co-supervision atau joint supervision lintas negara, serta kesempatan membangun pipeline beasiswa doktoral dan pertukaran mahasiswa ke Australia.

Dari sisi pemerintah dan praktisi kebijakan, hasil kolaborasi diharapkan dapat menghasilkan model tata kelola publik berbasis bukti atau evidence-based policy. Riset tersebut diarahkan untuk mendukung pencapaian sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6, 11, 13, 16 dan 17.

Pada akhirnya, Program Diaspora Berdampak 2026 diharapkan tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan antara akademisi Indonesia dan diaspora, tetapi berkembang menjadi kolaborasi riset berkelanjutan yang menghasilkan rekomendasi kebijakan serta solusi terhadap persoalan pembangunan. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung agenda Indonesia Emas 2045.

(Red/Dadan Sambas/Departemen Administrasi Publik FISIP Unpad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *