Program ini juga menargetkan sedikitnya satu proposal hibah internasional yang siap diajukan. Sejumlah skema pendanaan yang menjadi sasaran antara lain KONEKSI, Australia Alumni Grants, Horizon Europe, IDRC dan British Academy.
Luaran lainnya berupa sedikitnya satu manuskrip artikel ilmiah berkualitas tinggi dengan sasaran publikasi pada jurnal bereputasi Scopus Q1-Q2. Target tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi akademik sekaligus meningkatkan visibilitas riset Departemen Administrasi Publik FISIP Unpad di tingkat internasional.
Program ini juga menargetkan pembentukan Working Group “Complex Systems and Adaptive Governance”. Kelompok kerja tersebut dirancang melibatkan FISIP Unpad, Flinders University, BRIN dan pemerintah daerah untuk mendorong kolaborasi riset yang lebih luas dalam isu tata kelola dan kebijakan publik kompleks.
Di tingkat mahasiswa, Program Diaspora Berdampak 2026 menargetkan mentoring intensif bagi sekitar 20-30 mahasiswa S2 dan mahasiswa FISIP Unpad. Pendampingan tersebut mencakup pengembangan riset, publikasi ilmiah serta pengenalan terhadap jejaring akademik internasional.
“Program Diaspora Berdampak 2026 ini hadir sebagai wadah transfer pengetahuan dunia untuk menjawab isu-isu riil pembangunan di Indonesia, mulai dari Tata Kelola DAS Citarum, Ketahanan Kota, Transformasi Digital Pemerintahan, hingga Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengelolaan Air,” demikian keterangan Departemen Administrasi Publik FISIP Unpad.






